Logo PRR 1

RETRET SUSTER YUNIOR PRR PROVINSI INDONESIA BARAT 2025:
Berziarah dalam Pengharapan Bersama Hamba Allah
Gabriel Yohanes Wilhelmus Manek

Sukabumi, 29 Maret – 4 April 2025

Sebagai bagian dari perjalanan pembinaan hidup religius, para Suster Yunior Kongregasi Puteri Reinha Rosari (PRR) Provinsi Indonesia Barat mengadakan kegiatan retret tahunan pada tanggal 29 Maret hingga 4 April 2025. Retret ini diselenggarakan di Rumah Retret Sta. Lidwina, Sukabumi, milik Suster-suster Fransiskan Sukabumi (SFS), yang menjadi tempat penuh keheningan dan kesejukan rohani bagi para peserta.

Mengangkat tema “Berziarah dalam Pengharapan Bersama Hamba Allah Gabriel Yohanes Wilhelmus Manek”, retret ini dipandu oleh Rm. Devanto, O.Carm., seorang imam Karmelit yang dikenal dengan kesederhanaan, pembawaan tenang, dan kedalaman refleksi rohaninya.

Setibanya di lokasi pada Sabtu siang, para peserta disambut dengan penuh keramahan oleh Sr. Sisil, SFS, penanggung jawab rumah retret. Meski bertubuh mungil, keceriaan dan semangatnya mampu memancarkan sukacita yang menular. Setelah beristirahat dan makan siang, kegiatan dibuka secara resmi dengan Perayaan Ekaristi pada pukul 17.00, dilanjutkan dengan pengantar retret oleh Romo Devanto.

Setiap hari selama retret, para suster mengikuti ritme hidup doa dan refleksi yang intens. Hari-hari retret diawali sejak pukul 05.00 pagi dengan doa dan perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan sesi-sesi renungan mendalam, refleksi tertulis, doa Rosario bersama, adorasi, serta sharing iman, baik secara kelompok maupun berdua-dua. Dalam suasana hening dan keterbukaan hati, para suster diajak untuk kembali ke inti panggilan mereka sebagai Puteri Reinha Rosari.

Romo Devanto secara khusus mengajak para peserta untuk memahami makna retret sebagai momen “pulang kepada diri sendiri”. Mengambil inspirasi dari Injil Lukas tentang perumpamaan anak yang hilang, para peserta diajak untuk merefleksikan kembali pengalaman keterpurukan, pengakuan, dan kasih kerahiman Allah yang tak terbatas. Retret ini juga menjadi kesempatan untuk menimba kekuatan dari teladan Hamba Allah Gabriel Yohanes Wilhelmus Manek, Bapa Pendiri Kongregasi PRR, yang menjalani hidup panggilannya dengan penuh pengharapan dan keyakinan akan kasih setia Allah.

Mengutip Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”, Romo mengajak setiap suster untuk masuk ke dalam hati, menerima diri seutuhnya, dan merasakan kehadiran Tuhan secara personal.

Salah satu pengalaman berkesan dalam retret ini adalah sharing Emaus, di mana para peserta dipasangkan secara pribadi untuk berjalan bersama dan saling mengenal lebih dalam. Melalui sharing ini, hubungan antar suster semakin diperdalam, menjadi sarana saling meneguhkan dan mendoakan. Selain itu, setiap suster diberi kesempatan untuk secara khusus mendoakan satu suster lain sepanjang retret, sebagai wujud nyata kasih persaudaraan religius.

Pada hari terakhir, para peserta dipandu oleh Sr. Albertha dalam menyusun niat bersama, sebagai buah retret yang akan dihidupi dalam kehidupan komunitas. Beberapa komitmen yang lahir dari proses ini antara lain: kedisiplinan, kepekaan rohani (discernment), penghayatan jati diri PRR, serta komunikasi yang sehat dan terbuka dalam kehidupan harian.

Retret ini ditutup dengan penuh syukur melalui Perayaan Ekaristi penutup yang juga menjadi momen pembaruan kaul bersama para suster peserta lokakarya kepemimpinan, bertempat di Kapel Biara SFS. Setelah santap siang bersama keluarga Ibu Ratna dan Bapak Bambang, para peserta kembali ke komunitas masing-masing dengan semangat baru, iman yang diperbaharui, dan harapan yang lebih mendalam dalam menjalani peziarahan panggilan religius mereka.